Digitalisasi UMKM Wisata Kemiri #Jembersae2021

Penulis : Dicki Hardi Wantoro

Tahun 2020 akan selalu dikenang sepanjang sejarah kehidupan manusia. Bukan sebuah kenangan yang indah tetapi sebuah kenangan pahit keterbatasan untuk beraktivitas yang diakibatkan oleh adanya pandemi Covid-19. Virus yang pertama kali terindentifikasi di Kota Wuhan, Tiongkok pada tanggal 1 Desember 2019 ini kemudian masuk ke Indonesia pada bulan Maret 2020. Semenjak bulan tersebut multidimensi kehidupan masyarakat di Indonesia khususnya kota Jember mulai dari kesehatan, sosial hingga ekonomi terkena dampak Covid-19. Dilansir dari jember.info tercatat sudah 1937 jiwa positif terpapar virus Covid-19 dengan angka kematian sebanyak 72 jiwa. Untuk menghentikan penyebaran Covid-19 Pemerintah Kabupaten Jember mengharuskan warganya untuk mengurangi aktivitas di luar rumah dan tidak boleh berkumpul di luar dengan banyak orang.

Menurut pendapat beberapa pelaku UMKM hal ini sangat mengurangi mobilisasi masyarakat terhadap sektor perekonomian khususnya UMKM di Kota Jember. Dampak yang sangat jelas bisa kita lihat yaitu kegiatan Car Free Day di alun – alun ditiadakan hingga area baru untuk Car Free Day di Universitas Jember juga ditiadakan. Hal ini sangat memukul pelaku usaha kecil dan UMKM yang tidak bisa lagi memanfaatkan kedua potensi tempat tersebut untuk berjualan di setiap hari minggunya. UMKM mengalami penurunan pendapatan yang signifikan hingga tidak bisa memasarkan produk – produknya. Tidak hanya pelaku UMKM di sekitaran kota Jember yang terkena dampak dari pandemi covid-19, dampak tersebut juga dirasakan oleh UMKM yang berada di Desa Kemiri.

Desa Kemiri merupakan sebuah desa yang terletak di barat kota Jember di bawah lereng Gunung Argopuro lebih tepatnya di Kecamatan Panti Kabupaten Jember. Sebelum semakin bertambahnya penyebaran virus Covid-19 di Kota Jember, Desa Kemiri sudah memiliki sebuah agenda rutin untuk mengenalkan potensi alam dan UMKM yang ada di desa melalui kegiatan Desa Wisata Kemiri. Topografi desa di ketinggian 600 mpdl membuat suasana desa yang sejuk dan dingin sangat cocok untuk kegiatan melepas penat dari hiruk pikuknya suasana perkotaan. Salah satu destinasi wisata yang sangat terkenal di Desa Kemiri yaitu air terjun tancak dengan sumber air yang masih bersih menjadikan primadona wisata kota Jember dan juga jarak dari kota yang tidak terlalu jauh.

Dari tahun ke tahun Desa Kemiri tidak hanya sebatas memiliki destinasi wisata air terjun tetapi memiliki potensi alam lainnya berupa perkebunan kopi milik rakyat yang terkendal dengan cita rasa specialty coffee untuk kopi arabika dan fine robusta untuk kopi robusta. Hal ini dikarenakan warga di Desa Kemiri juga bekerja sebagai petani kopi arabika dan robusta. Selain itu, terdapat banyak UMKM di bidang pengolahan produk pangan dan non pangan seperti (1) pengolahan kopi, (2) budidaya jamur tiram putih berbasis kulit kopi, (3) pengolahan opak gulung, (4) jajanan tradisional, (5) pembuatan asap cair, (6) penyulingan minyak atsiri, (7) budidaya bibit tanaman kopi arabika dan robusta, (8) budidaya sayuran segar, dan UMKM lainnya. Dari semua potensi tersebut terbentuklah Desa Wisata Kemiri yang diprakarsai oleh pemuda – pemudi Desa Kemiri dan santri Pondok Pesantren Al Hasan 1.

Desa Wisata Kemiri memiliki tujuan untuk mengenalkan potensi alam dan membentuk sinergi dengan UMKM di Desa Kemiri untuk membantu mengenalkan produk pangan dan non pangan kepada setiap wisatawan lokal, luar kota maupun mancanegara. UMKM yang dihadirkan di agenda trip wisata desa tidak hanya menampilkan produk unggulan tetapi setiap UMKM memberikan edukasi (pengetahuan) tentang proses pengolahan produk dari hulu hingga hilir. Hal ini selalu dilakukan setiap minggunya agar wisatawan yang datang ke Desa Wisata Kemiri juga mendapatkan bekal ilmu tentang pengolahan produk pangan dan non pangan. Salah satu contoh edukasi produk yang disajikan di Desa Wisata Kemiri yaitu proses pengolahan kopi mulai dari fermentasi, pulping (pemisahan kulit dari biji kopi), pengeringan, sortasi biji kopi, roasting biji kopi, cupping test cita rasa kopi, barista kopi hingga pengemasan bubuk kopi.

Bagaimana Dampak Covid-19 terhadap UMKM Wisata Kemiri ?

Sebelum virus Covid-19 semakin gencar menyebar di Kota Jember, kegiatan eduwisata di Desa Kemiri berjalan setiap seminggu sekali. Dari kegiatan tersebut UMKM mengalami kenaikan pendapatan dari setiap hasil penjualan produk pangan dan non pangan kepada wisatawan. Namun, saat ini semua kegiatan eduwisata Desa Kemiri tidak berjalan lagi karena adanya pandemi Covid-19. Kunjungan wisata mulai sepi yang berakibat tidak ada wisatawan yang mengunjungi langsung ke UMKM sehingga kegiatan edukasi produk tidak bisa terlaksanakan dengan baik. Imbasnya UMKM tidak dapat melakukan penjualan produk secara langsung kepada wisatawan. Hal ini sejalan dengan data yang diolah P2E LIPI, dampak penurunan pariwisata terhadap UMKM yang bergerak di bidang makanan dan minuman mikro mencapai 27%. Sebuah angka yang begitu besar dan sangat berdampak ke UMKM di Desa Wisata.

Menurut pelaku UMKM budidaya Jamur Tiram Putih di Desa Kemiri, “Sebelum pandemi kami selalu optimis untuk dapat meningkatkan jumlah produksi baglog jamur dengan harapan semakin banyak produksi jamur tiram sehingga dapat meningkatkan penjualan kami. Di setiap hari minggu ada kunjungan wisata yang sangat membantu kami untuk promosi secara langsung kepada wisatawan karena tempat kami jauh dari kota. Akan tetapi semua itu mulai sepi ketika ada pandemi karena kegiatan eduwisata sudah tidak berjalan lagi, tegasnya.”

Hingga pada akhirnya tim Desa Wisata Kemiri berupaya melakukan sebuah solusi untuk tetap membantu UMKM melalui kegiatan Digitalisasi Desa Wisata Kemiri. Sebuah solusi yang tidak begitu mudah karena harus merubah pola kebiasaan lama ke kondisi yang diharuskan untuk menguasai platform digital seperti website, instagram, facebook dan market place. Lewat sebuah platform digital diharapkan dapat mengembalikan ke kondisi sebelum gencarnya penyebaran virus Covid-19. Kondisi dimana pembeli masih dapat melakukan kegiatan wisata dan melakukan pembelian secara langsung kepada UMKM.

Digitalisasi UMKM. Sebuah Solusi ?

Digitalisasi UMKM Wisata Kemiri merupakan program solusi layanan digital yang diharapkan mampu menyelesaikan persoalan-persoalan yang di alami oleh UMKM dan Desa Wisata Kemiri sendiri. Dilansir dari Tempo.com, “Nielsen Indonesia mencatat sebanyak 80% konsumen mencari berita atau informasi tentang produk melalui media sosial, dan sebanyak 60% melalui mesin pencari (search engine).” Data tersebut dapat membuktikan bahwa penggunaan internet di Indonesia jumlahnya sangat tinggi. Hal ini tentu dapat menjadi peluang besar bagi UMKM untuk beralih pada bisnis digital. Terlebih kondisi saat ini yang mengharuskan masyarakat untuk membatasi kegiatan diluar rumah guna menekan laju persebaran virus. Digitalisasi dapat menjadi sebagai solusi tepat untuk beradaptasi dan mempertahankan bisnis dari pandemi covid-19.

Salah satu point terpenting dalam Digitalisasi UMKM Wisata Kemiri adalah meningkatkan penjualan produk dengan tetap melakukan eduwisata (edukasi wisata) melalui platform digital atau biasa kita sebut dengan Digital Marketing. Tujuan dari penggunaan platform digital dapat mengenalkan setiap produk UMKM kepada semua orang sehingga dapat terbentuk sistem jual beli online. Selain itu, platform digital dapat memberikan informasi-informasi up to date tentang Desa Kemiri untuk meningkatkan kembali kunjungan wisata ke Desa Wisata Kemiri dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat. Terdapat 3 platform digital yang sedang dikembangkan oleh tim yaitu website, instagram, facebook dan market place. Dilansir dari wearesocial.com dari keseluruhan total penduduk Indonesia sebanyak 35% pengguna mesin pencari, 48% pengguna facebook, 49% pengguna youtube, dan 40% pengguna instagram.

3 Platform Digital Primadona di Indonesia

Website merupakan salah satu platform digital marketing yang dapat diakses oleh setiap pengguna smartphone di Indonesia. Penggunaan website dapat mengakomodir semua produk – produk UMKM di Desa Kemiri dalam satu platform digital, sehingga semua orang dapat mengetahui semua produk pangan dan non pangan yang ada di Desa Kemiri. Selain itu bagi para pencari informasi yang bersifat edukasi, website dapat memberikan kegiatan eduwisata melalui artikel – artikel yang akan diterbitkan di website Kemiri. Meskipun tim Desa Wisata Kemiri masih dalam tahap pengembangan website www.wisatakemiri.com, tetapi tim desa wisata memiliki harapan di tahun 2021 akan lebih banyak orang yang mengenal Desa Wisata Kemiri dan UMKM di Desa Wisata Kemiri melalui website.

Trend data pencarian produk / jasa di mesin pencarian seperti google, bing, dan yahoo semakin meningkat setiap tahunnya. Dengan memiliki website, UMKM dapat mendaftarkan website ke dalam setiap mesin pencarian sehingga setiap orang yang ingin mencari produk tertentu dapat langsung menemukan alamat website UMKM tersebut.  Keunggulan website lainnya yaitu UMKM dapat melakukan promosi produk hanya dengan menshare link website ke whatsapp, instagram, facebook, dan marketplace sehingga setiap orang dapat mengetahui semua produk yang di tawarkan oleh UMKM di dalam website. Dalam masa pandemi sekarang ini seharusnya Kementerian Komunikasi dan Informatika serta Pemerintah Kabupaten Jember hadir melakukan pendampingan kepada UMKM di tingkat daerah untuk membuat dan mengoperasikan website dengan cara yang mudah.

Media Sosial memiliki segmentasi pasar tersendiri khususnya untuk kaum milenial. Media sosial yang paling banyak digunakan oleh kaum milenial saat ini yaitu aplikasi Instagram. Rata – rata kaum milenial menggunakan Instagram selama 28 menit per hari yang menjadikan aplikasi terpopuler di tahun 2020. Tidak hanya itu saja, fitur yang paling digemari di Instagram yaitu “Stories” digunakan lebih dari 500 juta orang dalam satu hari. Dikutip dari kumparan. com jumlah pengguna instagram di Indonesia mencapai 61 juta. Hal ini dikarenakan perilaku kaum milenial saat ini lebih cenderung mencari suatu hal yang bersifat visual dan edukatif.

Instagram tidak hanya sebatas untuk mempublikasikan aktifitas pribadi, tetapi instagram dapat menjadi sarana dan media promosi UMKM. Promosi di instagram menimbulkan kepercayaan bagi konsumennya karena banyak testimoni maupun komentar yang bermanfaat bagi pengguna untuk mengetahui informasi lebih. Fungsi dan peran Instagram saat ini mengubah cara seseorang berkomunikasi yang berhubungan dengan opini konsumen dan bagaimana cara mengajak khalayak umum untuk memecahkan masalah mengenai produk baru dan layanan. Instagram UMKM akan lebih banyak menarik konsumen dengan syarat sebuah akun instagram harus menarik, dilengkapi foto dan video produk yang menarik, desain grafis yang menarik, edukatif dan tentunya konten promo atau diskon yang menarik konsumen untuk membeli.

Selain website dan instagram, terdapat peluang platform digital marketing yang dapat dilakukan oleh UMKM yaitu Marketplace. Saat ini marketplace menjadikan posisi platform digital marketing nomer satu di Indonesia. Di tahun 2020 sudah mulai terjadi pergeseran perilaku konsumen di masa pandemi dengan melakukan belanja online. Hal ini dibuktikan dengan hasil survey Badan Pusat Statistik mengenai transaksi jual beli online. Hasilnya, angka penjualan online melonjak tajam sejak adanya arahan social distancing dari pemerintah. Terhitung pada bulan September 2020, jumlah transaksi penjualan online melonjak 320% dari total penjualan online pada bulan Juli 2020. Lonjakan semakin tajam terjadi pada penjualan online di bulan Oktober 2020 tercatat meningkat hingga 480%.

Banyak sekali keuntungan yang dapat dirasakan oleh UMKM jika memanfaatkan penggunaan marketplace seperti Tokopedia, Bukalapak, Shopee dan lainnya selama pandemi. Tersedia fitur-fitur didalam marketplace yang memudahkan UMKM untuk mengoperasionalkan melalui smartphone. UMKM dapat menambahan foto-foto yang terkait dengan produk, menambahkan deskripsi produk yang bersifat edukatif, mendapatkan rekapitulasi data penjualan dalam berbagai jangka waktu, hingga mempermudah proses penjualan dan promosi. Bagi konsumen sendiri marketplace sangat membantu untuk mengakses dan melihat langsung produk yang dijual UMKM melalui marketplace dan e-commerce.

Susun Strategi Platform Digital

Dari ketiga platform digital yang menjadi primadona konsumen saat ini ada point – point penting yang perlu dilakukan oleh UMKM di masa pandemi yaitu menyusun strategi pemasaran digital untuk memudahkan UMKM dalam memasarkan produk dan jasa secara digital. Keuntungan dari pemasaran digital adalah pelaku bisnis dapat dengan mudah menghitung konversi dan mengukur keberhasilan dari strategi yang sudah disusun tersebut, serta memudahkan untuk menganalisa kebutuhan dan perilaku konsumen yang sesuai dengan target market.

  1. Buat Tim atau Perorangan untuk Digitalisasi UMKM
    Tim yang ideal untuk digitalisasi UMKM yaitu tim yang terbagi menjadi tim desain grafis, tim foto produk, tim video produk, tim promosi dan tim analisis perilaku konsumen.
  2. Persiapkan Katalog Produk
    Katalog produk berisi deskripsi produk, manfaat dan jumlah ketersediaan produk. Semakin detail katalog produk maka semakin mudah pembeli mengenal produk UMKM. Katalog produk dapat dimasukkan ke dalam website, instagram dan facebook yang dimiliki oleh UMKM.
  3. Foto Produk
    Pentingkah foto produk untuk UMKM ? Foto produk sangat penting untuk mendukung cara promosi di platfrom digital sebagai upaya untuk meningkatkan kepercayaan kepada pembeli bahwa produk UMKM sesuai dengan kualitas yang telah ditentukan. Foto produk dapat dilakukan menggunakan smartphone atau kamera profesional agar diperoleh foto yang lebih baik.
  4. Video Produk
    Video produk juga perlu diprioritaskan oleh UMKM untuk melakukan promosi produk. Video membantu  melengkapi komunikasi visual dan membantu membangun hubungan emosional dengan konsumen agar lebih mengerti tentang kelebihan dari produk yang ditawarkan.
  5. Desain Grafis untuk Promosi
    Desain promosi dapat digunakan di dalam katalog, flyer atau cara promosi yang berhubungan dengan digital untuk menarik minat pembeli mengenal dan membeli produk kita. Terbukti bahwa visual dikonsumsi oleh otak 60.000 lebih cepat dari teks.
  6. Konten Edukasi & Promo
    Untuk meningkatkan pembelian terhadap suatu produk, maka UMKM haruslah memberikan deskripsi atau konten-konten edukasi yang dapat memberikan pengetahuan lebih ke konsumen. Semakin konsumen mengerti tentang manfaat suatu produk maka konsumen semakin tertarik untuk melakukan pembelian produk tersebut. Selain itu UMKM dapat memberikan promo / diskon yang dapat menarik perhatian konsumen.

Peran Pemerintah untuk Digitalisasi UMKM dan Desa Wisata

Dikutip dari republika.co.id, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menyampaikan bahwa “menavigasi ekonomi digital, peran pemerintah, otoritas moneter, dan otoritas sektor keuangan sangat lah penting. Tidak hanya bertindak sebagai regulator, ketiganya diharapkan mampu menjadi fasilitator dan akselerator.” Dari pernyataan tersebut pihak UMKM tentunya menangkap bahwa Pemerintah haruslah hadir dan berperan untuk memfasilitasi UMKM, Desa Wisata ataupun pelaku usahan lainnya dalam melakukan aktivitas digital marketing. Bukan lah suatu hal yang menyulitkan bagi pemerintah jika ingin memfasilitasi UMKM untuk lebih aktif melakukan bisnis online. Karena saat ini pemerintah sudah melakukan Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) e-commerce untuk mengurusi perdagangan elektronik. Harapan dari peraturan tersebut tidak lah membuat UMKM semakin pesimis tetapi harus lebih membantu UMKM untuk melakukan bisnis online.

  1. Peningkatan Kualitas dan Cakupan Internet
    Akses internet di desa yang jauh dari perkotaan hanya bisa dinikmati oleh segelintir orang. Banyak sekali keluhan akses internet di desa yang masih “lemot”. Pemerintah Kabupaten Jember harus lebih menyediakan akses internet free di tingkat Desa dengan kapasitas yang memudahkan UMKM & Desa Wisata beralih ke bisnis online. Harapannya program Digitalisasi UMKM Wisata Kemiri dapat lebih mengembangkan perekonomian masayarakat Desa Kemiri dengan kemudahan mengakses internet.
  2. Peningkatan SDM yang Berkompeten di Bidang Digital Marketing
    Sangatlah tidak mudah dalam melakukan digital marketing bagi UMKM yang masih belum mengerti strategi – strategi yang harus disiapkan. Pemerintah harus mengeluarkan kebijakan kepada desa tentang pembentukan  tim yang beranggotakan pemuda – pemudi desa untuk membantu digitalisasi UMKM di Desa berdasarkan kebutuhan saat ini.
  3. Program Pelatihan Digital Marketing bagi UMKM
    Dalam melakukan strategi bisnis online memerlukan pengetahun yang dibutuhkan untuk melakukan digital marketing. Pemerintah dapat memfasilitasi setiap UMKM atau tim digital pengembang UMKM untuk melakukan pelatihan digital marketing. Tujuannya yaitu dapat mengaplikasikan digital secara tepat, menciptakan branding, menentukan model pemasaran online dengan output meningkatkan penjualan produk.

Solusi mengakhiri pandemi tidak hanya selesai hanya dengan ditemukannya vaksin Covid-19. Faktor kecepatan pemulihan ekonomi secara digital akan menjadi penentu nasib bangsa selanjutnya. Bisa jadi pasca pandemi ini, Digitalisasi UMKM Wisata Kemiri dapat memberikan kontribusi perekonomian Kabupaten Jember. Tidak masalah seberapa buruknya keadaan di saat pandemi covid-19, kita selalu bisa untuk bangkit kembali selama tidak menyerah. Ayo Bangkit UMKM Jember ! #jembersae2021

Leave a Reply

Your email address will not be published.